Current Energy

I. Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di Masa Depan

Dibandingkan dengan sumber energi terbaharui lain, penelitian mengenai sumber energi tenaga arus laut masih sangat jarang dilakukan. Walaupun begitu, energi arus laut secara prinsip sangat menjanjikan dan berpotensi besar sehingga perlu dilakukan eksploitasi teknis yang lebih mendalam. Hal ini penting sebab sumber energi arus laut sangat melimpah disamping keunggulan-keunggulan lain dari sumber energi lain. Tabel berikut menunjukkan perbandingan tersebut :

Perbandingan antara energi arus laut dengan energi lain

Dari tabel diatas dapat dilihat beberapa keuntungan energi arus laut dibanding sumber energi lain, antara lain :

  • Densitas arus (air) lebih besar dibanding angin (udara), sehingga diameter turbin arus separuh lebih kecil dibanding turbin angin untuk output energi yang sama
  • Kecepatan aliran dan besar energi yang dihasilkan dapat diprediksi lebih akurat
  • Tidak dibutuhkan design extreme atmospheric fluctuations seperti pada turbin angin, atau dengan kata lain biaya desain optimasinya lebih kecil.
  • Dapat dibuat secara modular/berkelompok sehingga energi yang dihasilkan lebih banyak.

II.  Bagian Utama Turbin Arus Laut

Turbin arus memiliki prinsip dasar yang hampir sama dengan turbin angin yaitu mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Ada tiga tahap dasar dalam proses transformasi ini yaitu :

  • Turbine Rotor.

Bagian ini yang menerima gaya dari arus lalu merubahnya menjadi energi kinetik rotasi yang memutar shaft. Optimasi tenaga dihasilkan dengan mengatur sudut antara rotor blade dengan current vector. Ada dua jenis rotor (daun turbin) untuk konversi energi kinetik, yang pertama adalah jenis rotor yang mirip dengan kincir angin. Tipe ini sering disebut juga dengan turbin dengan poros horizontal. Yang kedua adalah cross-flow rotor atau rotor Darrieus. Ini adalah tipe turbin dengan poros vertikal karena porosnya tegak lurus dengan arah arus. Menurut PL Fraenkel, rotor Darrieus mempunyai beberapa kekurangan, rotor tidak dapat langsung berputar, kalau sudah berputar sulit dihentikan bila ada keadaan darurat, dan butuh ongkos tambah untuk konstruksinya. Untuk mempertinggi efisiensi, kedua tipe rotor ini biasanya ditambahi dengan nozzle, duct, atau venturi untuk mempercepat aliran arus yang masuk ke piringan daun rotor. Berikut adalah gambaran vertikal turbin dan aksial turbin serta model Gorlov dan Darrieus turbin.

  • Gearbox.

Berfungsi untuk menambah rotational speed dari shaft turbin sampai kecepatan tertinggi generator shaft.

  • Generator.

Berfungsi untuk mengkonversi energi kinetik rotasi ke energi listrik.

Vertical & Horizontal turbine

III. Struktur Pendukung

Untuk menjaga agar posisi turbin arus laut selalu berada pada arah yang benar yang kita inginkan, maka perlu ada struktur pendukung yang dapat menahan. Ada beberapa pilihan struktur pendukung yang dapat digunakan antara lain:

  • Gravity Structures.

Terbuat dari baja substansial atau beton yang diletakkan pada dasar struktur sehingga struktur tersebut stabil akibat gaya inersia sendiri. Struktur ini pada umumnya meletak pada dasar laut.

  • Piled Structure.

Struktur ini berupa pipa baja atau beton yang dipancangkan ke dasar laut.

  • Floating Structure.

Jenis floating structure paling cocok digunakan untuk lokasi pemasangan di laut dalam. Untuk jenis ini, turbin arus diletakkan pada bagian bawah barge yang telah di mooring ke dasar laut.

Struktur Pendukung

GO GREEN..!!!

Advertisements

4 thoughts on “Current Energy

  1. sangat setuju dengan GO GREEN…Pembangkit listrik tenaga arus laut memang mempunyai tenaga yang 1000 kali dari tenaga yang dihasilkan oleh tenaga angin dengan ukuran turbin yang sama. pengunaaan rortor tipe Darrieus harus diperhatikan pada sudut serang awal terbangkitnya gaya angkat pada rotor,jika tidak maka rotor tidak akan berputar. apakah sudah diketahui berapa kecepatan maksimum arus laut di selat sunda?

    1. Yups..betul bung,meskipun bgt cost maintenance untuk PLTAL yg cukup besar masih menjadi kendalanya. Penelitian untuk sumber energi alternatif ini pun sepertinya masih kurang di Indonesia.

      Pengukuran kecepatan arus di selat Sunda pernah dilakukan oleh BPPT LHI (Laboratorium Hidrodinamika Indonesia) sekitar tahun 2008-2009, sebagai bagian dari project PLTAL yang mereka lakukan dan kebetulan sy ikut di dalamnya (meskipun hanya sebatas mahasiswa KP sja..he2).

      regards

  2. Saya sangat tertarik dengan ide anda tentang pembangkit listrik tenaga air laut khususnya penggunaan tenaga pasang surut air laut, kebetulan saat ini saya tergabung di penelitian: aplikasi Value angineering untuk proyek pembangunan selat sunda di Universitas Indonesia, saya mempunyai ide untuk menambahkan fungsi Pembangkit listrik (tidal power) ke dalam system jembatan selat sunda sehingga diharapkan index value dari proyek tersebut akan meningkat.Saat ini saya membutuhkan data dari anda tentang potensi Tidal power di selat sunda, seperti kecepatan maksimum arus laut di selat sunda misalnya, karena katanya anda pernah ikut di penelitian pengukuran kecepatan arus di selat sunda dan juga sumbang saran anda untuk ide tidal power pada jembatan selat sunda tersebut, atas bantuanya saya ucapkan banyak terima kasih

    1. Dear pak Gunawan,

      Oy,saya koreksi dulu pernyataan sy ttg “pernah ikut penelitian pengukuran kecepatan arus di selat Sunda”..yg benarnya adalah “di selat Bali”.

      Saya sangat senang dengan ide anda untuk menambahkan fungsi JSS sebagai pembangkit listrik. Tetapi itu memerlukan analisa yang kompleks sekaligus mendalam dan mudah2an tim penelitian anda bisa mewujudkannya.

      Sepengetahuan saya, ada 3 macam sumber tenaga yg umum yg dpt digunakan untuk pembangkit (di wilayah laut) al: angin,arus & pasang surut (tidal). Jadi berbeda antara “current energy” (arus) dengan “tidal energy” (pasang surut).

      Untuk data2 pasang surut bisa dibeli di DISHIDROS TNI AL setempat. Sedangkan data angin dan arus sy juga tidak ada reference. Waktu itu mungkin BPPT langsung yang mengambil sample kecepatan arus di lokasi selat Bali.

      Reference tentang konsep2 pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) mungkin anda bisa konsultasi dengan pihak BPPT LHI di Surabaya, atau mungkin beberapa instansi akademis lain yg memang pernah melakukan penelitian tentang hal ini. Karena pengetahuan sy ttg konsep PLTAL kurang mumpuni..he3.

      Selamat berkarya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s